Membangun MAREN di Kota Tual

Kota Tual berdiri mandiri sebagai kota administratif sejak proses pemekaran pada 2007. Menilik sumber daya yang dimiliki, pembangunan dilakukan sesuai dengan potensi yang ada berdasar asas Mandiri, Aman, Tertib, Religius, Ekonomi Kerakyatan, dan Nasionalis (MAREN).

Untuk mengakselerasi kemajuan, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus pembenahan di Kota Tual. Pembangunan infrastruktur di lima kecamatan, baik sektor perhubungan, pendidikan, kesehatan, maupun perekonomian, mengalami kemajuan yang pesat di bawah kepemimpinan Wali Kota Drs HM M. Tamher, M.M. M.Si. yang memasuki periode kedua.

Peningkatan jalan dengan aspal pada ruas jalan utama serta memperbaiki jalan-jalan yang rusak membawa manfaat bagi semua warga Kota Tual. Kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil, seperti Pulau Tam di Kecamatan Tayando dan Pulau Kur, dijawab dengan kehadiran kapal penyeberangan feri.

Pembangunan dua dermaga di Kecamatan Tayando Tam menjadi sarana yang memudahkan masyarakat di Kur, Tayando Tam (KTT) untuk berinteraksi dengan wilayah-wilayah lain. Kelancaran arus barang dan penumpang mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. Berkat pembangunan ini, transaksi ekonomi menunjukkan peningkatan drastis.

Layanan publik lainnya adalah kehadiran taman kota yang diisi berbagai fasilitas. Keberadaan taman di tengah Kota Tual dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, seperti tempat rapat, simposium, wisata kuliner, hotspot (Internet), dan tempat olahraga. Mengenali potensi dan mengembangkannya menjadi cara Kota Tual menggapai kesejahteraan.