INGATKAN AGAR INFORMASI TERKAIT COVID-19 HARUS TERPUSAT, KETUA GUGUS TUGAS: SALAH SATU VIRUS YANG PALING BESAR ADALAH VIRUS INFORMASI YANG TIDAK BENAR

Tual – 24 Maret 2020 Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) , Drs. Aziz Reliubun menyampaikan bahwa jumlah penumpang Kapal Tidar yang turun di Pelabuhan Yos Sudarso Tual sebanyak 682 orang yang terdiri dari 638 dewasa dan 44 orang bayi. “Dari 628 orang ini, setelah dilakukan pengecekan suhu badan, ada 12 penumpang yang suhu badannya diatas 37 derajat celcius dan telah dilakukan penanganan lebih lanjut oleh tim medis”. “Namun mereka tidak dikategorikan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) karena hanya suhu tubuh mereka yng meningkat setibanya di Tual dan sudah ditangani secara teknis oleh tim medis di posko karantina pelabuhan”, jelas beliau.

Terkait surat edaran yang tersebar di masyarakat, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ini juga menjelaskan bahwa masyarakat tidak diperkenankan membuat kegiatan yang melibatkan orang banyak/massa dan dalam jangka waktu yang lama. “Dan kepada ASN juga dibatasi untuk melakukan perjalanan keluar daerah yang dapat berdampak pada penyebaran virus ini”. Surat Edaran Walikota Tual Nomor: 443.1/407 juga menyatakan bahwa masyarakat Kota Tual tetap tinggal di rumah. “Dan surat edaran tersebut juga menganjurkan kepada seluruh pemuka agama untuk memberikan himbauan melalui tempat-tempat ibadah untuk tidak diperbolehkannya melakukan kegiatan-kegiatan, seperti pesta atau rapat-rapat atau kegiatan lainnya yang melibatkan banyak orang dan menghimbau juga untuk senantiasa mendekatkan diri Kepada Allah Subhanahu Wata’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, melalui doa, semoga kita semua terhindar dari virus ini”, terang beliau.

“Informasi terkait dengan kegiatan pencegahan penyebaran covid-19 harus secara terpusat. Informasi yang benar hanya boleh dikeluarkan oleh Gugus Tugas dan bersekretariat di Dinas Kesehatan Kota Tual ini. Untuk itu sekali lagi, saya minta kerjasama dari kita semua, teman-teman pers dan media, boleh menyampaikan segala bentuk informasi tapi harus bisa dipertanggungjawabkan. Karena jika ada informasi yang dengan sengaja mengganggu ketentraman masyarakat, maka kami akan memanggil yang bersangkutan untuk mempertanggungjawabkan informasi yang disampaikannya”, tegas beliau. “Ini juga bertujuan untuk tidak membuat masyarakat panik sebab salah satu virus yang besar adalah virus informasi yang tidak benar, ini yang membuat keresahan di masyarakat sampai saat ini. Jadi marilah kita memberikan informasi ke masyarakat yang baik dan benar”, akhir beliau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *