Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Tual Periode 2018-2023

Rabu, 31 Oktober 2018 Gubernur Maluku Bapak Ir. Said Assagaff resmi melantik Bapak Adam Rahayaan, S.Ag, M.Si dan Bapak Usman Tamnge, SE sebagai Wali Kota dan Wakil Walikota Tual Periode 2018-2023.

Prosesi Pemasangan Lencana Pejabat Negara oleh Gubernur Maluku kepada Walikota Tual (dok. DR)

Pelantikan dan pengambilan sumpah dan janji jabatan bertempat di lantai 7 Kantor  Gubernur Maluku. Sebelum dilantik, terlebih dahulu dibacakan Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 131.81- 4741 tahun 2016 tentang pemberhentian Wali Kota Tual atas nama (Alm) Bapak Drs. Hi. Mahmud Muhammad  Tamher, MM dengan masa jabatan 2013-2018, terhitung sejak meninggal dunia  pada tanggal 4 April 2016 lalu.

Kemudian dibacakan juga, Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 131.81-4742 Tahun 2016  tentang pengangkatan Wali Kota dan pemberhentian Wakil Wali Kota Tual, Bapak Adam Rahayaan, S.Ag.,M.Si terhitung sejak tanggal pelantikan.

Mengawali sambutannya, Gubernur mengajak para hadirin untuk mengenang kembali jasa almarhum Bapak Hi MM. Tamher yang telah sangat berjasa bagi masyarakat Kota Tual.

Selanjutnya, Gubernur menjelaskan berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2015 maupun UU Nomor 23 Tahun 2014 secara eksplisit mengatur bahwa ketika seorang kepala daerah berhenti dari jabatannya karena berhalangan tetap maka wakil kepala daerah diangkat dan ditetapkan sebagai kepala daerah.

“Itulah landasan yuridis yang mendasari penetapan Bapak Adam Rahayaan, S.Ag.,M.Si  sebagai Wali Kota Tual menggantikan almarhum Bapak Drs. Hi. Mahmud Muhamad Tamher, MM,” jelasnya.

Dikatakan, sebagai orang  yang telah  lama menjabat bersama almarhum Bapak MM.Tamher selama dua periode kepemimpinan  Bapak Adam Rahayaan tentunya sangat memahami masyarakatnya dan berbagai  persoalan yang dihadapi dan telah bersama-sama berkarya bagi masyarakat sehingga hal ini dipandang sebagai suatu yang baik bagi keberlangsungan Pemerintah Kota Tual.

Prosesi pemasangan Pangkat Jabatan Wakil Walikota Tual oleh Gubernur Maluku (dok. DR)

Kemudian, Wali Kota diminta untuk terus mendorong kinerja jajaran birokrasi  Pemkot Tual.

“Kalau ada yang kurang disiplin, dan kurang menaati jam kerja segera dilakukan pembinaan. Kalau ada yang kurang tertib dalam tata kelola administrasi keuangan segera diaudit dan ditangani sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan kalau ada yang perlu peningkatan sumber daya manusianya  segera diberikan diklat atau jenjang pendidikan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan serta persoalan –persoalan lainnya,” pintanya.

Merujuk pada hasil Musrembang Nasional 2016, lanjut Guberur, Presiden mengingatkan setiap kepala daerah untuk mengutamakan program-progaram prioritas bagi kepentingan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Sehingga sebagai daerah otonom baru tentunya percepatan pembangunan sangat diperlukan.

”Konkritkan program-program pembangunan yang langsung bermanfaat bagi masyarakat banyak.” Pungkas Bapak Gubernur.

Gubernur juga menambahkan pembangunan sarana  insfrastruktur haruslah diutamakan guna mempermudah mobilisasi orang, barang  dan jasa serta mempermudah masuknya investasi untuk pembangunan daerah.

“Sebagai daerah maritim tentunya transportasi  laut menjadi hal yang utama dimana dengan terhubungnya pulau-pulau merupakan hal yang utama dalam pergerakan barang dan jasa serta aktivitas lainnya,” lanjut Gubernur.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Yang Terhormat Bapak Wakil Gubernur dan Bapak Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Anggota DPRD Provinsi Maluku, Walikota dan Bupati se Maluku, DPRD dan Forkopimda Kota Tual dan para tamu undangan. [IB]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *