GEMAR - Prioritas Kebijakan Pemkot Tual

24 Februari 2015 - 14:22:05 WIT | Oleh : | dibaca : 705 x | Kategori : Program Pemerintah

Berbagai terobosan terus dilakukan Walikota Tual, Drs. Hi. M.M. Tamher, MM,M.Si dalam upaya mewujudkan visi-misi mensejahterahkan masyarakat Kota Tual. Memasu- ki periode kedua kepemimpinan M.M. Tamher dalam mem- impin daerah ini, sebuah konsep meningkatkan kesejahter- aan rakyat kembali dicanangkan tahun 2014 ini. Program yang disebut gerakan Ekonomi Masyarakat Maren atau GE- MAR itu kini menjadi prioritas kebijakan Pemerintah Kota Tual yang dikoordinir oleh Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop dan UKM) Kota Tual.

Seluruh SKPD di jajaran Pemkot Tual dikerahkan untuk memahami makna dari konsep Program GEMAR tak tanggung-tanggung Walikota mendatangkan para ahli untuk melakukan bimbingan bagi SKPD. Kegiatan ini dilakukan berdasarkan Keputusan walikota Nomor 91 tahun 2014 ten- tang Penetapan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) Lingkup Pemerintah Kota Tual dalam rangka Gerakan Ekonomi Masyarakat MAREN (GEMAR) di Wilayah Kota Tual.

Sejak tanggal 14-18 April 2014, sejumlah perwakilan SKPD lingkup Pemkot Tual mengikuti materi peningkatan kapasitas SKPD dalam upaya implementasi program GEMAR yang berlangsung di aula Kantor Walikota Tual.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tual, Sukri Malok mengatakan untuk untuk mengimplementasikan program GEMAR tentu perlu dilakukan sosialisasi dan penguatan bagi SKPD tentang arah dan tujuan program yang merupa- kan hasil buah pikir Walikota Tual. “Para utusan SKPD ini akan dibekali muatan dari program GEMAR. Nantinya para perwakilan SKPD ini kemudian menjadi motivator atau mo- tor penggerak program GEMAR di tengah masyarakat,” ujar Kadis saat memaparkan materi kepada peserta.

Namun, dia lebih mengharapkan agar jajaran Dinkop dan UKM menjadi koordinator Program tersebut lebih awal memahami inti dari program GEMAR. “Karena itu saya ber- harap agar seluruh peserta dapat mengikuti bimbingan ini secara serius sehingga visi-misi Walikota Tual untuk memba- wa masyarakat kota Tual yang sejahtera dapat terwujud,” harapnya.

Dia menjelaskan, konsep Program GEMAR merupakan murni buah pikiran sosok Walikota Tual, Drs. Hi. M.M. Tamher, MM, M.Si, dimana dia berharap di masa akhir jabatan periode kedua nantinya Kota Tual mulai mengalami perubahan.

Dalam konsep GEMAR, jelas Kadis, setiap SKPD diberikan tanggungjawab un- tuk membina satu hingga dua desa/dusun di wilayah Kota Tual. ”Pembinaan yang di- maksudkan adalah adanya indetifikasi SKPD terhadap kebutuhan masyarakat setempat dan potensi atau keunggulan desa/dusun yang dapat dikembangkan untuk mendatangkan pendapatan,” pa- parnya.

Dia menambahkan, konsep GEMAR merupakan lanjut dari sebuah konsep pemberdayaan masyarakat yang awalnya telah dicanangkan melalui program pem- berdayaan masyarakat MAREN atau dise- but P2MM yang dicanangkan 2012 lalu. “Dalam implementasi GEMAR, anggaran yang digunakan merupakan alokasi anggara P2MM yang nantinya setiap SKPD mengawal desa binaann- ya,” tutupnya.‚Ä®Kegiatan GEMAR yang didampingi seluruh SKPD dise- tiap Desa, Dusun, dan Kelurahan, dilakukan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat me- lalui peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang mampu menjadi motivator pembangunan. Selain itu, GEMAR juga adalah upaya membangun jiwa kewirausahaan masyarakat Kota Tual guna mengu- rangi tingkat kemiskinan dan membuka lapangan kerja dengan memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat.

Akademisi mendukung Program GEMAR

Konsep Walikota Tual, Drs. Hi. M.M Tamher, MM, M.Si dalam mensejahterahkan masyarakat Kota Tual melalui Program gerakan Masyarakat Ekonomi Ma- ren atau GEMAR mendapatkan apresiasi positif sejulmlah kalangan. Kalangan akademisi berharap ide “cerdas” milik Walikota itu mendapatkan dukungan semua pihak.

Akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Umel Tual, Amba Nurdin Rettob, SE,MM memberikan pujian atas konsep memberdayakan yang di- canangkan Walikota Tual. Pasalnya, kata dia, sebe- lum Program GEMAR diluncurkan dirinya juga pernah turut berperan dalam program pemberdayaan masyarakat maren (P2MM) yang dicanangkan oleh Walikota Tual tahun 2012 lalu. “Saya menilai ini ide “cerdas” kedua milik Walikota Tual.

Setelah adanya program P2MM dan Program GEMAR dan perlu mendapatkan dukungan semua pihak,” ujar Rettob saat dimintai komentarnya, kema- rin. Dia menjelaskan, sebelumnya pencanangan pro- gram P2MM yang dilakukan Walikota didasari upaya menjembatani beberapa program dan kegiatan yang tidak dapat dilakukan oleh PNPM Mandiri Nasional. Melalui P2MM kegiatan pemberdayaan dapat ber- jalan. “sesuai laporan dan evaluasi saya menilai, program P2MM sangat berhasil dengan memberikan stimulus untuk membuat masyarakat diberdayakan,” pujinya.

Setelah P2MM dengan berbagai evaluasinya, kini Walikota lebih menatapkan program pem- berdayaan masyarakat melalui program GEMAR.

Hanya saja, Kata Mantan Pembantu Ketua III STIE UMEL itu, ketika dalam implementasi P2MM ada berbagai kendala diantaranya ada fasilitator tidak melaksanakan tugas untuk membimbing ke- lompoknya, Honor fasilitator tidak dibayarkan secara kontinyu. “implementasi P2MM tersendat- sendat penyebabnya karena dua hal yang saya se- butkan. Saran saya jika Pemkot Tual sebelum im- plementasi GEMAR sebaiknya membenahi kedua kendala tersebut,” sebutnya mengingatkan kendala dapat saja terjadi dalam implementasi GEMAR.

Dia menyetujui konsep GEMAR yang menem- patkan setiap SKPD memiliki desa/dusun binaan. Olehnya itu dia berharap SKPD dapat mampu mengimplementasikan kebijakan dan program ter- sebut.

Hal ini perlu dihindari sehingga program terse- but tidak disorientasi karena itu kami berkewajiban untuk mengawasi,” tandasnya ser- aya berharap SKPD selalu mengevaluasi dengan melakukan program berkelanjutan tidak sekedar asal-asalan.

 

Berita Lainnya :