Membangun Kesadaran Warga Kota Tual di Jalan Raya

24 Februari 2015 - 14:54:29 WIT | Oleh : Admin | dibaca : 579 x | Kategori : Artikel

AZIZ FIDMATAN, KEPALA DINAS PERHUBUNGAN KOMINFO TUAL

Tualkota.go.id -- Perkembangan Kota Tual sebagai Kota penyangga antar Kabupaten di wilayah Tenggara Provinsi Maluku terus menunjukkan kemajuan diberbagai aspek. Program pembangunan selama lima tahun pertama dan memasuki lima tahun kedua, telah membawa perubahan kearah yang lebih baik, antara lain di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, komunikasi termasuk pelayanan moda transportasi antar pulau.

Dampak kemajuan pembangunan infrasruktur di kota Tual sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan penduduk yang begitu cepat dalam satu dasawarsa terakhir. Kondisi ini membuat dinamika kehidupan warga di Kota Tual terutama kondisi lalu lintas dan angkutan jalan semakin kompleks permasalaha nnya. Angka penjualan dan permintaan kendaraan Roda Dua dan Roda Empat setiap tahun menunjukkan peningkatan persentasenya, dan memberi keuntungan ekonomi bagi semua pihak.

Alhasil kemajuan pembangunan yang saat ini dinikmati warga Kota Tual selain membawa manfaat peningkatan kesejahteraan masyarakat namun disisi lain memberi dampak kemacetan arus lalu lintas pada jam-jam tertentu, terutama diseputaran Jalan Pattimura, A.G. Renuat dan Fidnang Armau yang berada pada pusat perekonomian Kota Tual.

Salah satu contoh permasalahan lalu lintas yang dihadapi warga Kota Tual yakni pada saat Kapal milik PT. Pelni memasuki Pelabuhan Tual, terjadi kemacetan yang cukup parah di sekitar Pelabuhan dan pusat perekonomian. Hal ini menyebabkan sebagian warga masyarakat yang akan memasuki pusat-pusat perekonomian mengalami tekanan dan kejenuhan akibat kemacetan yang terlalu lama.

Setelah diamati penyebab kemacetan ternyata lebih pada perilaku para pengendara kendaraan bermotor yang tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang terpasang. Seiring permasalahan kemacetan, kecelakaan lalu Lintas di Kota Tual dalam satu tahun terakhir mengalami kenaikan yang sangat memprihatinkan pula .

Dari permasalahan lalu lintas tersebut hampir 90 % terjadi atas kelalaian manusia atau human error dimana perilaku warga Kota Tual yang ingin cepat

sampai tujuan sering mengabaikan rambu lalu lintas termasuk dalam memarkir Kendaraan yang tidak sesuai petunjuk rambu lalu lintas.

Dari realitas yang terjadi maka perlu dilakukan upaya-upaya sosialisasi misalnya pihak Satlantas dan Dinas terkait melakukan kampanye simpatik cara berlalu lintas di jalan dengan baik dan benar sesuai undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan Angkutan Jalan dan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat lainnya .

Belum adanya kesadaran warga masyarakat dalam mentaati rambu-rambu lalu lintas tersebut menjadi tanggung jawab semua pihak. Hal yang paling urgen dilakukan oleh Pemerintah Daerah adalah membenahi sistem manajemen lalu lintas dan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana yang memadai misalnya menambah fasilitas lalu lintas Angkutan Jalan yang cukup, kesiapan SDM yang melaksanakan penyelenggaraan LLAJ yang handal dan perbaikan infrastruktur jalan yang memiliki standar. Diharapkan dari perbaikan sarana prasarana tersebut dapat membangun kesadaran warga Kota Tual dalam berlalu lintas di jalan Raya dimasa yang akan datang.

Berita Lainnya :